Sering selfie? Tapi ngga tau sejarahnya?

Fenomena Selfie semakin marak terutama di Indonesia. Tapi tahukah kalian asal-usul kata 'Selfie'sebenarnya darimana ya?

Yuk baca ceritanya di bawah ini :)



Mulanya, kata 'Selfie' berasal dari bahasa Inggris. Dulunya 'Selfie' disebut sebagai Swafoto atau foto narsisis. Ya benar, selfie sendiri merupakan salah satu jenis foto diri sendiri yang menggunakan kameran handphone atau kamera digital. Biasanya foto selfiedilakukan dengan berbagai gaya ataupun melalui cermin. Awal penggunaan kata selfie di tahun 2002 tepatnya tanggal 13 September saat ada di sebuah forum internet Australia (ABC Online). Kalau di negara Korea, selfie biasa disebut dengan selca atau selfie camera :)

Nah, tahukah kalian siapa orang pertama yang melakukan selfie?
Konon katanya seorang putri dari Kekaisaran Rusia, Anastasia Nikolaevna adalah remaja putri pertama yang melakukan selfie di depan cermin yang lalu dikirim pada temannya di tahun 1914. Wah udah lama banget nih :p

Ternyata, saat mengirim foto selfienya kepada sang teman, Anastasia juga menuliskan pesan di dalam suratnya yang isinya :
"Saya mengambil foto ini menggunakan cermin. Sangat susah dan tangan saya gemetar"
Putri Anastasia yang sedang selfie.

Hihi terbayang ya, gimana susahnya putri Anastasia melakukan foto narsisis pertamanya sambil naik kursi gitu? :P

Nah, untuk memudahkan orang-orang ber-selfie sekarang ada alat yang bisa digunakan loh. Alatnya biasa disebut dengan tongsiskepanjangan dari tongkat narsis atau tongkat eksis. Tongsis bentuknya berupa tongkat yang dapat dipanjangkan dengan ujungnya terdapat tempat untuk menaruh handphone atau alat portabel lainnya. Tongsis ini pertama kali diciptakan di Jepang dan telah dipatenkan oleh Anindito Respati Giyardani. Beliau orang Indonesia loh :)
Selfie menggunakan Tongsis
sumber : canstockphoto.com


Semakin berkembangnya fenomena selfie pastinya menimbulkan prasangka bagi tiap orang yang melihat orang-orang melakukan foto narsis tersebut. Orang yang berselfie saat sedang sakit mungkin hanya ingin meredam kekhawatirannya melalui senyuman bukan karena ia narsis akut. Atau orang yang ber-selfie dengan latar pantai yang indah akan disangka tukang pamer, padahal mungkin saja ia mau menunjukkan kegigihannya menabung untuk bisa pergi ke sana.

Kalau tidak diceritakan, selfie memang terkadang dikira hanya sebagai ajang narsis. Nah, di buku ini merangkum kisah-kisah dibalik orang-orang melakukan selfie loh.

Share on Google Plus

About Farah Hidayatul

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment