Hijrahku, Allah Sang Pembuat Skenario Terbaik

Disini aku ingin menceritakan sebuah kisah yang mungkin bisa dijadikan suatu pelajaran penting bagi kalian yang memutuskan untuk tidak berpacaran lagi. keputusan yang kalian ambil sungguhlah benar sebelum pada nantinya kalian menyesal telah terjerumus dikehidupan orang-orang yang berpacaran.




Cerita ku dimulai dari aku masih duduk di bangku smp dimana aku mulai mengenal pergaulan dengan lawan jenis. Disanalah aku sudah mulai untuk berpacaran. Awalnya, aku bingung ingin menerima dia untuk menjadi kekasihku atau tidak. Tapi, pada saat itulah teman-teman dekatku menyuruhku untuk berpacaran dengannya. Mereka berkata “Udah, terima aja sih. Dia kan beda agama sama kamu. Aku yakin nantinya kamu bisa membawanya untuk pindah agama ke agama yang sama kok”. Dan dengan polosnya, Aku mengikuti perintah dari teman-temanku tersebut. Dia (kekasihku) menawarkan aku untuk di jemput kerumah dan mengantar pulang. Namun, Aku menolak tawaran itu. Jujur, aku masih belum terbiasa untuk menjalani kisah cinta ini selayaknya sepasang kekasih. Lalu, Dia juga mengajakku untuk mengobrol bersama di depan kelas setiap istirahat, bertingkah laku seperti orang yang berpacaran. Tetapi, aku tetap saja malu dan menolak. Aku malu setiap kali bertemu dengan teman-temanku yang selalu mengingatkan ku untuk tilawah, mengajarkan ku untuk belajar berhijab syar’I, mengingatkanku dan selalu mengajakku untuk Sholat Dzuhur berjama’ah di Masjid. Aku malu, kerap kali bertemu dengan mereka. Dan, akhirnya seiring berjalan nya waktu mereka pun tahu akan hubungan yang kujalin dengan kekasihku. Aku pun semakin terbawa zaman pergaulan ini, menikmati sebuah hubungan yang sering disebut “pacaran”, walaupun tak pernah berpegangan tangan atau apapun. Tetapi, tetap saja ya ini hubungan yang tidak halal.

Saat itu, ada suatu masalah yang terjadi antara aku dan dia. Dan, dia mengajakku untuk mengakhiri hubungan ini. Aku sudah nyaman dengan dia, ada rasa tak ingin tuk mengakhiri hubungan ini, namun aku masih sadar bahwa hubungan ini tidak halal. Ya, akhirnya berakhirlah sudah hubungan ini. Tetapi, setalah itu, Aku galau, terus saja memikirkan dia. Sampai akhirnya Ujian Nasional tiba, dan setelah hasilnya keluar itu sangat mengecewakan, Keluargaku sangat kecewa kepadaku. Aku menyesal karena tidak dapat bersekolah di SMA impianku. Dari kejadian inilah, ada kemauan dalam diriku untuk berubah. Hijab yang menempel di kepalaku menjadi simbol perubahan ku untuk berubah menjadi lebih baik. aku tak mudah diremehkan lagi, aku adalah wanita yang seharusnya dilindungi. Allah membuat kesendirian ini untuk memperbaiki diriku, untuk semakin mendekatkanku dengan-Nya.

Saat ini aku merasa sangat bahagia dengan kesendirianku. Aku tak iri dengan mereka-mereka yang memilih bahagia bersama kekasihnya. Aku sudah melewati masa itu, sekarang yang aku inginkan adalah bagaimana aku sukses didalam karierku dan lulus kuliah ku dengan nilai yang baik. In Syaa Allah jodoh pun akan datang dengan sendirinya seiring dengan kesuksesanku. janji Allah itu pasti. Wanita yang baik akan bersanding dengan laki-laki yang baik pula.

          Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Qs.2:218

Berdasarkan kutipan di atas, Orang-orang yang sedang berubah menjadi lebih baik lagi mereka mengharapkan ampunan dari Allah atas masa lalunya yang kelam. Dan sungguh Allah maha pengampun lagi maha penyayang.

Created by : Farah Hidayatul Afifah
Share on Google Plus

About Panggih Jati Pratama

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: